Sakit Mata Merah Konjungtivitis

Sakit Mata Konjungtivitis adalah suatu peradangan atau infeksi selaput transparan yang berada di permukaan dalam kelopak mata dan yang mengelilingi bola mata bagian luar.

Bila pembuluh darah halus yang berada dalam konjunctiva meradang, maka pembuluh darah ini akan nampak. Itulah sebabnya mengapa bola mata yang berwarna putih menunjukkan warna merah (mata merah). Meskipun mata merah ini mengalami iritasi, hal ini jarang mempengaruhi penglihatan. Pengobatan yang diberikan dapat menghilangkan rasa tidak nyaman pada mata merah ini. Oleh karena mata merah ini dapat menular kepada mata orang lain, maka diagnosis dini dan pengobatan dapat mengurangi penyebaran mata merah. Mata merah dapat disebabkan oleh adanya infeksi dengan virus, bakteri, zat kimia, benda asing atau reaksi alergi. Orang yang memakai lensa kontak harus berhenti memakainya segera setelah menunjukkan  gejala awal mata merah ini.

Konjungtivitis Terbagi Menjadi 2 Jenis :

Konjungtivitis Gonokokal

Bayi baru lahir bisa mendapatkan infeksi gonokokus pada konjungtiva dari ibunya ketika melewati jalan lahir. Karena itu setiap bayi baru lahir mendapatkan tetes mata (biasanya perak nitrat, povidin iodin) atau salep antibiotik (misalnya eritromisin) untuk membunuh bakteri yang bisa menyebabkan konjungtivitis gonokokal.

Orang dewasa bisa mendapatkan konjungtivitis gonokokal melalui hubungan seksual (misalnya jika sperma yang terinfeksi masuk ke dalam mata). Biasanya konjungtivitis hanya menyerang satu mata.

Dalam waktu 12-48 jam setelah infeksi mulai, mata menjadi merah dan nyeri. Jika tidak diobati bisa terbentuk ulkus kornea, abses, perforasi mata bahkan kebutaan. Untuk mengatasi konjungtivitis gonokokal bisa diberikan tablet, suntikan maupun tetes mata yang mengandung antibiotik.

Konjungtivitis Vernalis

Konjungtivitis vernalis adalah salah satu bentuk dari konjungtivitis yang disebabkan oleh faktor alergi, disamping juga dipengaruhi oleh faktor, yakni; iklim, usia, dan jenis kelamin.penyakit ini biasanya mengenai pasien muda antara 3-25 tahun. Pada laki-laki biasanya dimulai pada usia dibawah 10 tahun. Pada umumnya penderita konjungtivitis vernalis mengeluh gatal, mata merah, dan mengeluarkan sekret atau kotoran. Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran

Gejala Mata Merah Konjungtivitis

Mata merah memperlihatkan adanya:

  1. Kemerahan pada satu mata atau kedua mata;
  2. Rasa gatal pada satu mata atau kedua mata;
  3. Rasa mengganjal pada satu mata atau kedua mata;
  4. Pengeluaran kotoran mata dari satu mata atau kedua mata yang dapat membentuk kerak pada malam hari sehingga pada pagi pagi hari kelopak mata tidak dapat dibuka;
  5. Pengeluaran air mata;
  6. Reflex pupil (anak mata) masih normal;
  7. Ketajaman penglihatan masih normal.

 Penyebab mata merah konjungtivitis

  • Virus,
  • Bakteri,
  • Alergi,
  • Zat Kimia,
  • Benda asing,
  • Saluran air mata yang tersumbat (pada bayi baru lahir).

Faktor resiko terjadinya konjungtivitis, antara lain:

  1. Bersentuhan dengan benda yang menyebabkan alergi;
  2. Bersentuhan dengan penderita konjungtivitis virus dan bakteri;
  3. Mengunakan lensa kontak, sehingga mata dapat memberikan reaksi peradangan mata.

Pencegahan :

  1. Jangan menyentuh mata dengan tangan;
  2. Cuci tangan seserring mungkin;
  3. Gunakan handuk dan kain pembersih muka yang bersih setiap hari;
  4. Jangan meminjamkan handuk atau kain pembersih muka;
  5. Gantilah sarung bantal lebih sering;
  6. Jangan menggunakan kosmetik untuk mata, misalnya mascara;
  7. Jangan meminjamkan kosmetik untuk mata atau peralatan mata pribadi kepada orang lain.

Sumber : Wikipedia

Cara Mengobati Sakit Mata Konjungtivitis

Hal utama yang perlu diperhatikan Untuk Pengobatan Penyakit mata Konjungtivitis  adalah dengan memperhatikan nutrisi tubuh setiap hari, nutrisi tubuh tentunya kita dapat dari bahan makanan yang kita makan, makanan terbaik adalah dengan memperbanyak asupan sayur dan buahan dalam menu harian kita dan tentu saja untuk memaksimalkan nutrisi kita juga perlu suplemen alami. S.Lutena merupakan nutrisi herbal dari berbagai jenis buah dan sayuran yang benar-benar alami dan organik. Kandungan 100% herbal buah dan sayuran serta DHA ikan. S.Lutena/Super Lutein tidak hanya untuk Pengobatan Penyakit mata Konjungtivitis saja tetapi juga untuk memperbaiki gangguan fungsi organ tubuh lainnya.

Fungsi utama S.Lutena adalah memperbaiki metabolisme tubuh dan mengoptimalkan fungsi seluruh organ tubuh agar berfungsi optimal dalam memperbaiki kerusakan sel/saraf pada setiap organ tubuh dan juga memperbaiki sistem imunitas tubuh.

Untuk Informasi Pemesanan Hubungi : 081318619004 – 081918619004

JASA PENGIRIMAN UNTUK SELURUH WILAYAH INDONESIA

Penyebab Glaukoma Kongenital Primer

Apa itu glaukoma kongenital primer?

Penyebab Glaukoma kongenital primer atau primary congenital glaucoma (PCG) adalah penyakit di mana ada tekanan cairan tinggi pada mata yang merusak saraf optik. Penyakit ini biasanya didiagnosis saat lahir atau tidak lama setelahnya. Banyak kasus juga didiagnosis saat bayi berusia satu tahun ke bawah.

Penyebab Glaukoma Kongenital Primer ditandai dengan tidak normalnya jalur drainase mata (struktur pada mata yang disebut anyaman trabekular). Cairan bening yang disebut aqueous humor terus-menerus mengalir di dalam mata, dari area bagian belakang iris yang kemudian keluar melalui saringan anyaman trabekular, lalu disalurkan kembali ke aliran darah.

Karena anyaman trabekular tidak berfungsi dengan baik, terdapat gangguan pada aliran aqueous humor, menghasilkan tekanan tinggi di dalam mata. Peningkatan tekanan ini dapat berujung pada kerusakan saraf optik (glaukoma) dan bisa mengakibatkan hilang penglihatan (kebutaan) secara permanen.

Seberapa umum glaukoma kongenital primer?

Penyakit ini sering menjangkit bayi yang baru lahir hingga usia 3 tahun. Glaukoma kongenital ditemukan pada satu dari setiap 10.000 bayi. Kalau tidak ditangani, kasus ini bisa menjadi penyebab kebutaan.

Glaukoma kongenital primer dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Ciri-ciri dan gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala glaukoma kongenital primer?

Terdapat tiga gejala khas glaukoma kongenital primer:

  • Keluar air mata berlebihan (disebut juga epifora).
  • Sensitivitas pada cahaya silau (disebut juga photophobia).
  • Kejang kelopak mata (disebut juga blepharospasm).

Apabila seorang bayi atau anak kecil mengalami gejala-gejala tersebut, Anda harus mencari perawatan medis sesegera mungkin.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing bayi berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan bayi.

Penyebab

Apa penyebab glaukoma kongenital primer?

Apabila sel dan jaringan mata bayi tidak tumbuh dan berkembang sewajarnya di dalam kandungan, bayi mungkin memiliki masalah drainase mata setelah ia lahir. Namun, sebenarnya penyebab glaukoma kongenital primer belum diketahui secara pasti. Beberapa kasus merupakan kondisi keturunan, sementara kasus lainnya tidak.

Faktor pemicu

Apa yang membuat bayi berisiko terkena glaukoma kongenital primer?

Orangtua dengan riwayat keluarga yang memiliki kondisi ini lebih berisiko melahirkan bayi dengan glaukoma kongenital.

Apabila anak pertama dan kedua Anda memiliki penyakit ini, maka kemungkinan besar anak setelahnya juga akan memiliki penyakit yang sama.

Bayi laki-laki lebih rentan terhadap kondisi ini daripada bayi perempuan. Terkadang kondisi ini juga hanya terjadi pada salah satu mata, tetapi bisa juga berdampak pada kedua mata.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis glaukoma kongenital primer?

Berdasarkan usia dan respon anak terhadap pengobatan, beberapa pemeriksaan dapat dilakukan di klinik.

Pada bayi, pemeriksaan biasanya dilakukan lebih mudah jika dilakukan saat bayi rileks dan mengantuk, seperti saat menyusui atau sesaat setelah menyusui. Pada banyak kasus, pemeriksaan tambahan harus dilaksanakan dengan obat penenang atau bius, dan dapat direncanakan segera setelah diagnosis. Dokter Anda akan memulai dengan bertanya tentang waktu gejala terjadi dan riwayat keluarga dalam penyakit glaukoma dan kelainan mata lainnya.

Beberapa tes tambahan dapat dilakukan di ruang dokter dan di ruang operasi:

1. Pemeriksaan penglihatan

Pada bayi, pemeriksaan terbatas pada apakah bayi dapat fokus pada satu objek dan mengikuti objek bergerak dengan mata.

2. Pengukuran pembiasan

Pengukuran rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme. Dalam PCG, tekanan mata yang tinggi dapat menyebabkan rabun jauh (miopi) yang diakibatkan oleh peningkatan pada jarak mata dan astigmatisme yang diakibatkan oleh goresan atau pembengkakan kornea.

3. Tonometer untuk mengukur tekanan mata

Pengukuran ukuran mata menentukan adanya pembesaran mata. Diameter kornea diukur dengan jangka lengkung, dan jarak mata diukur dengan ultrasonografi A-scan. Pemeriksaan kornea digunakan untuk memeriksa mata berkabut dan retak kecil pada lapisan belakang yang kadang terlihat saat kornea meregang karena tekanan mata yang tinggi. Pengukuran ketebalan kornea juga dapat dilakukan.

4. Visualisasi langsung anyaman trabekular

Disebut gonioskopi dan dilakukan dengan lensa kontak dan cermin khusus. Tes ini penting untuk mendeteksi apabila sudut (lokasi anyaman trabekular) terbuka, menyempit, atau tertutup, dan jika kondisi lain seperti terdapat sobekan jaringan pada sudut.

5. Pemeriksaan saraf optik (menggunakan oftalmoskopi)

Untuk melihat tanda-tanda kerusakan saraf optik akibat glaukoma, pemeriksaan ini merupakan opsi yang tepat. Pemeriksaan ini membutuhkan pelebaran pupil untuk memastikan pandangan cukup memadai.

Bagaimana cara mengobati glaukoma kongenital primer?

Operasi selalu dianggap sebagai pilihan pertama. Namun, karena terlalu berisiko untuk membius bayi, dokter lebih memilih melakukannya hanya jika diagnosis sudah dipastikan. Jika kedua mata terkena, dokter akan mengoperasi keduanya sekaligus.

Jika operasi tidak dapat dilakukan segera, dokter mungkin memberikan resep obat tetes mata, obat minum, atau kombinasi keduanya untuk memantau tekanan cairan.

Banyak dokter melakukan prosedur operasi kecil. Mereka menggunakan alat-alat kecil untuk membuka saluran drainase bagi cairan berlebih. Terkadang, dokter dapat memasang sebuah katup atau pipa kecil untuk membawa cairan keluar dari mata.

Jika metode normal tidak bekerja, dokter dapat melaksanakan operasi laser untuk menghancurkan bagian yang memproduksi cairan. Dokter juga mungkin meresepkan obat untuk membantu mengontrol tekanan mata setelah operasi.

Penyebab Sakit Mata Glaukoma

Penyebab Sakit Mata Glaukoma.Glaukoma sendiri merupakan penyakit mata yang ditandai oleh kerusakan saraf mata yang menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan. Hal ini disebabkan karena peningkatan tekanan bola mata dan gangguan lapang penglihatan.

Saraf mata merupakan sekumpulan serat saraf yang menghubungkan retina ke otak. Saat sel ini rusak, sinyal yang digunakan untuk menyampaikan apa yang dilihat ke otak akan terganggu. Nah, kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan atau kebutaan secara perlahan.

Karena glaukoma terjadi secara perlahan, banyak pengidap yang sering kali tidak menyadari kerusakan tersebut. Akhirnya kerusakan mata yang terjadi sudah dalam tahap lanjut tanpa disadari.

Jenis Jenis Glaukoma

  • Glaukoma sudut tertutup yang merupakan penyakit serius yang membuat tekanan di dalam mata mendadak naik, bahkan dalam hitungan jam. Hal ini terjadi ketika tekanan di dalam mata meningkat akibat cairan mata tidak bisa mengalir dengan baik.
  • Glaukoma sudut terbuka yang merupakan kondisi yang menyebabkan kerusakan pada kepala saraf optik dengan hilangnya sel-sel ganglion retina dan aksonnya secara bertahap. Hal ini menyebabkan hilangnya penglihatan secara bertahap.
  • Glaukoma tekanan normal yang merupakan kondisi rusaknya saraf optik meskipun tekanan pada mata masih dalam kondisi normal.
  • Glaukoma kongenital yang merupakan kondisi adanya tekanan tinggi pada mata yang merusak saraf optik mata. Penyakit ini biasanya sudah bisa didiagnosis pada saat kelahiran.
  • Glaukoma sekunder yang merupakan kondisi peningkatan tekanan cairan pada mata akibat dari adanya penyakit lain.

Dari beberapa jenis glaukoma di atas, glaukoma sudut terbuka merupakan yang paling sering terjadi. Hal tersebut mungkin sangat meresahkan, dikarenakan gejala pada penyakit ini sering tidak diketahui, dan meningkat seiring dengan berjalannya waktu.

Glaukoma biasanya bersifat kronik progresif yang artinya kerusakan yang terjadi dalam waktu yang lama dan semakin lama semakin berat. Kondisi ini umumnya terjadi pada kedua mata dengan tingkat keparahan yang bisa saja berbeda.

Kondisi ini menyebabkan hilangnya kelapangan pandangan pada seseorang. Gejala awal yang terjadi biasanya hilangnya luas penglihatan yang terjadi pada sisi perifer atau tepi mata, sehingga pengidap tidak memiliki keluhan.

Gejala Penyakit Glaukoma

  • Mual atau muntah.
  • Penglihatan berkabut.
  • Penglihatan mendadak buram.
  • Sakit kepala disertai sakit di sekitar bola mata.
  • Seperti melihat adanya pelangi di sekitar cahaya.
  • Penglihatan seperti memiliki frame hitam. Kondisi ini merupakan fase pada tahap lanjut.
  • Mata terlihat membesar. Hal ini terjadi akibat adanya tekanan pada mata.
  • Mata sensitif terhadap cahaya.
  • Mata terlihat juling.

Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Glaukoma

  • Mengalami defisiensi estrogen di usia dini pada wanita.
  • Berusia di atas 60 tahun.
  • Memiliki anggota keluarga yang juga mengidap glaukoma.
  • Pernah mengalami cedera mata atau operasi pada mata.
  • Mengidap penyakit mata lainnya, seperti rabun.
  • Mengkonsumsi obat tetes mata pada jangka waktu yang lama.
  • Mengidap anemia, diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung.
  • Aliran darah yang tidak lancar ke saraf optik atau terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah mata
  • Cedera akibat paparan zat kimia pada mata
  • Infeksi dan peradangan mata yang parah
  • Penggunaan obat-obatan kortikosteroid

Demikian sekilas artikel tentang Penyebab Sakit Mata Glaukoma pada manula yang dapat kami sampaikan semoga berguna dan bermanfaat, ada beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan bila penyakit ini telah terjadi pada kita atau keluarga kita yakni dengan tindakan operasi namun biasanya ada sebagian orang takut untuk melakukan tindakan operasi karena ada efek samping atau yang lainnya namun ada juga dengan pengobatan herbal yang saat ini telah banyak bentuknya. Untuk pengobatan herbal kami sarankan pakai saja S LUTENA obat sakit mata tradisional ampuh pengobatan dari JEPANG yang sangat direkomendasikan oleh dokter-dokter di sana. S LUTENA terbuat dari bahan-bahan alami berkhasiat yang diolah dengan teknologi dari JEPANG yang diawasi oleh para pakar dibidangnya. Penyebab Sakit Mata Glaukoma.

Hubungi Kontak Kami : 081318619004 – 081918619004

Jasa Pengiriman Untuk Wilayah Seluruh Indonesia